Selayang Pandang


 

Konsep Rancangan Masjid Raya Mohammad Hatta

Untuk menghargai jasa-jasa Bung Hatta, telah dibangun Universitas Bung Hatta di Padang, Perpustakaan Bung Hatta di Bukittinggi, Rumah Kelahiran Bung Hatta di Bukittinggi dan timbul pula pemikiran untuk membangun masjid raya. Gemala Putri Bung Hatta mengatakan “Sungguh saya bersyukur ke hadirat Allah YME bahwa saya diturunkan dari Ayah dan Ibu tercinta yang bernama Hatta dan Rahmi. Dua manusia yang satu dan lainnya mempunyai banyak perbedaan karakteristik bahkan beda usia hingga 24 tahun. Ibu dan Ayah mempunyai sifat yang sama, yaitu sama-sama punya pandangan yang memegang norma dan prinsip yang lurus, yang selalu berdialog dengan Tuhan” (Gemala, 1999 : 43-44).
Sesuai Sinopsis Revisi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kabupaten Limapuluh Kota (RPJP) Tahun 2005-2025 adalah sebagai berikut: Visi dan Misi Pembangunan Jangka Panjang Daerah

A. Visi Pembangunan Daerah

Visi pembangunan kabupaten Limapuluh Kota merupakan kondisi objektif yang diinginkan dapat dicapai pada periode 20 tahun mendatang. Kondisi yang diinginkan tersebut ditetapkan dengan memperhatikan kondisi umum, hasil evaluasi 5 sampai 10 tahun yang lalu. Sementara prediksi untuk 20 tahun mendatang merupakan keinginan, aspirasi serta cita-cita yang berkembang dalam masyarakat secara keseluruhan. Dengan demikian visi ini sebenarnya adalah merupakan kondisi realistis yang diharapkan yang akan dapat dicapai oleh Kabupaten Limapuluh Kota di masa datang.
Pembangunan Kabupaten Limapuluh Kota tidak dapat dilepaskan dari proses pembangunan Sumatera Barat dan Indonesia secara keseluruhan. Visi Jangka Panjang dalam RPJP Provinsi Sumatera Barat 2005-2025 adalah mewujudkan ”Sumatera Barat yang Terkemuka Berbasis Sumberdaya Manusia Yang Agamais” ,sedangkan Visi Jangka Panjang Kabupaten Limapuluh Kota dirumuskan sebagai berikut:
” Terwujudnya Kebersamaan, Kemakmuran dan Kesejahteraan di Lima Puluh Kota yang Bernuansa Adat Basandi Syara, ‘Syara Basandi Kitabullah dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia”
Masyarakat Madani yang dimaksudkan adalah masyarakat yang berperadaban tinggi dan maju yang berbasiskan pada nilai-nilai dan norma agama dan hukum serta berakhlak mulia, bersikap terbuka dan demokratis dan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan demikian dalam masyarakat Madani terdapat keterpaduan yang harmonis antara kemajuan pembangunan di bidang agama, sosial ekonomi dan hukum sehingga terwujud masyarakat yang maju dan beradab.
Masyarakat yang Sejahtera di sini ditandai dengan pendapatan perkapita yang sudah tergolong dalam kategori berpenghasilan menengah. Termasuk dalam pengertian sejahtera ini juga berarti masyarakatnya sudah mempunyai kualitas pendidikan dan derajat kesehatan yang cukup tinggi dan telah mampu menerapkan Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi (IPTEK) tepat guna untuk mendorong kegiatan agribisnis terintegrasi hulu hilir. Masyarakat yang sejahtera juga memiliki kemampuan untuk menjaga kualitas lingkungan hidup yang baik, sehat dan menyenangkan dengan pengelolaan sumberdaya alam yang berkelanjutan.

Untuk memudahkan penyusunan target perencanaan, diperlukan beberapa indikator kinerja pembangunan secara umum. Ada lima indikator kinerja utama dalam percepatan visi dan misi RPJP Limapuluh Kota sebagai berikut:
1. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) minimum 78,5;
2. Pendapatan Perkapita sekitar US 5.445 dengan Indeks Gini Ratio (tingkat kesenjangan) paling tinggi 0,25;
3. Tingkat Pengangguran 5,0 %;
4. Persentase Penduduk Miskin 7,5 %; dan
5. Tingkat pembayaran zakat 70% dari jumlah wajib zakat.

B. Misi Pembangunan Kabupaten Limapuluh Kota

Misi pada dasarnya adalah upaya kondisi yang harus dilaksanakan agar visi yang telah ditetapkan di atas dapat dicapai dengan memperhatikan kondisi objektif hasil Pembangunan Kabupaten Limapuluh Kota. Dengan kata lain misi menunjukkan beberapa upaya utama pembangunan yang perlu dilaksanakan untuk mewujudkan visi yang telah ditetapkan semula.
Misi untuk mewujudkan kehidupan beragama dan berbudaya berdasarkan falsafah ”Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” adalah landasan utama kehidupan masyarakat Minangkabau mengingat Kabupaten Limapuluh Kota adalah salah satu dari 3 Luhak yang ada di Sumatera Barat. Sejalan dengan itu hendaknya adat merupakan persyaratan utama untuk dapat mewujudkan masyarakat agamis yang berbudaya. Landasan filosofis ini sudah dimiliki sejak lama sehingga ke depan perlu dipelihara terus dan diterapkan dalam tata kehidupan bermasyarakat. Ciri-ciri kehidupan yang demikian antara lain adalah taat beragama, berakhlak mulia, jujur, peduli sesama manusia dalam tata kehidupan yang baik, rukun dalam bernagari, peduli terhadap masa depan dan keselamatan masyarakat dan bumi Ciptaan Tuhan Semesta Alam.

I. RENCANA LOKASI PEMBANGUNAN

Lokasi pembangunan Masjid Raya Mohammad Hatta direncanakan berada di lahan Kota Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota yang di lalui jalan negara Pekanbaru-Payakumbuh. Kondisi tanah pada daerah ini yang datar, dekat dengan pusat pemerintahan kabupaten Limapuluh Kota.Pembangunan Masjid Raya Mohammad Hatta ini sangat dibutuhkan keberadaannya, pembangunan jembatan layang Kelok Sembilan yang dalam tahap penyelesaian akan mendorong laju arus wisatawan yang akan berkunjung ke Sumatera Barat. Kabupaten Limapuluh Kota merupakan pintu gerbang bagi wisatawan yang akan berkeliling di Pulau Sumatera. Pendirian Masjid Raya Mohammad Hatta yang direncanakan dengan pengabungan arsitektur minangkabau tradisional dan modern (kontemporer).Berikut ini Rencana Lokasi Pembangunan Masjid Raya Mohammad Hatta :

komplek1

01.Komplek Kantor Bupati dan DPRD Kab. 50 Kota

wisata1

02.Obyek Wisata Lembah Harau

panorama

03.Panorama Kelok 9

 

 

 

 

peta lokasi

Lokasi Rencana Masjid Raya Mohammad Hatta

Sehen sie nicht vielleicht doch einen unterschied zwischen arbeitsplatz und schule und sei es nur der, dass man den arbeitsplatz immer freiwillig annimmt, die schule aber ansich eine zwangsveranstaltung ist.